breast cancer screening

Rekomendasi Dari Para Ahli Tentang Skrining Kanker Payudara  

Posted on

SEOAGNCY – Kanker payudara adalah satu dari sekian banyak penyakit yang menghantui kesehatan para perempuan. Tindakan skrining adalah cara yang dilakukan sebagai pencegahan dan antisipasi sejak dini. Inilah rekomendasi ahli soal skrining kanker payudara yang bisa Anda coba.

Waktu yang Tepat Untuk Melakukan Skrining

Jangan menunggu sampai terjadi, lakukan skrining sebagai tindakan pencegahan sedini mungkin.

Bukan melakukannya di umur 50 tahun, para ahli menganjurkan skrining dilakukan saat perempuan berusia 40 tahun. Langkah ini direkomendasikan untuk mengurangi risiko kematian akibat penyakit kanker payudara.

Rekomendasi ini muncul sebagai pembaruan penelitian pada tahun 2016 yang mengatakan bahwa skrining baiknya dilakukan pada usia 50 tahun.

Pada saat itu, keputusan melakukan skrining di usia 40 tahun masih tergolong dalam keputusan pribadi dan belum disarankan USPSTF. Saat itu, kelompok lain seperti American Cancer Society bahkan telah menyarankan untuk skrining di usia 40 tahun.

 

Aturan Baru

Wakil ketua USPSTF yakni Dr Wanda Nicholson menjabarkan bahwa rekomendasi gugus tugas baru ini menghasilkan aturan baru terkait usia skrining.

Skrining dengan Mammografi untuk kanker payudara yang sebelumnya dianjurkan pada usia 50 tahun, kini diubah jadi 40 tahun. Dan skrining tersebut harus dilakukan secara rutin setiap tahun hingga mencapai usia 74 tahun.

Laporan tersebut dirilis pada 9 Mei 2023, meski belum final tapi keputusan ini akan selalu tersedia di laman gugus tugas.

Informasi belum final itu akan berada di laman untuk menampung komentar publik hingga 5 Juni. Bersanding dengan draf tinjauan bukti hingga draf laporan pemodelan yang dihasilkan oleh para peneliti.

 

Ditujukan Untuk Semua Orang

Nicholson menambahkan bahwa anjuran ini ditujukan untuk semua orang, tidak hanya perempuan yang punya risiko tinggi.

Ia menambahkan bahwa memang perempuan yang punya payudara padat dan ada riwayat kanker dalam keluarga, risikonya lebih tinggi. Tetapi untuk melakukan skrining tidak terbatas pada 2 kategori itu saja.

Dengan aturan baru ini, diharapkan tenaga medis dapat lebih banyak menyelamatkan nyawa perempuan dari risiko kanker.

Terutama perempuan kulit hitam yang ternyata punya risiko 40% lebih mungkin meninggal karena kanker payudara. Jadi, jika memang ada golongan yang diwajibkan skrining, ya perempuan kulit hitam harus melakukannya dalam rentang usia lebih muda lagi.

 

Kemunculan Rancangan Rekomendasi Umur Skrining

Diketahui bahwa rancangan tersebut muncul setelah jurnal JAMA Network Open menemukan sebuah fakta mengenai kasus kematian akibat kanker payudara.

Jurnal ini mengemukakan bahwa tingkat kematian akibat kanker payudara pada wanita berusia 40 tahunan adalah 27 kasus per 100 ribu. Angka ini didapat dari studi pada perempuan yang berkulit hitam.

Berbeda dengan kasus yang ditemukan pada perempuan berkulit putih yang hanya 15 kematian per 100 ribu orang.

Melihat perbedaan ini, USPSTF masih terus melakukan penelitian lebih lanjut atas hasil yang tidak sama berdasarkan ras. Nantinya perempuan yang ketika di scan dengan mammogram punya hasil yang abnormal akan mendapatkan evaluasi lanjutan.

Seperti pengujian tambahan, pengobatan jika diperlukan hingga tindakan biopsi dan ini berlaku untuk semua ras.

 

Kesimpulan

Jadi, berdasarkan rekomendasi USPSTF dan American Cancer Society, setiap perempuan dianjurkan skrining kanker payudara di usia 40 tahun. Berlaku untuk perempuan yang memiliki risiko rata-rata dan tetap harus berdasarkan hasil konsultasi dengan dokter.

Untuk mempertimbangkan skrining terbaik yang akan dilakukan dan melihat seberapa besar risiko terkena kankernya. (redaksisitus judi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *