jamur mematikan

Jenis Jamur Paling Mematikan yang Tersebar di Dunia

Posted on

SEOAGNCY – Di Indonesia, jamur sering dijadikan makanan. Faktanya, beberapa restoran dan brasserie menawarkan menu  berbahan dasar jamur. Namun perlu diketahui bahwa ada  jamur paling mematikan di dunia. Setidaknya ada 70 hingga 80 spesies jamur  paling berbahaya di dunia. Untuk membedakannya, orang membedakan beberapa ciri jamur  beracun.

Ada satu jenis yang dianggap paling berbahaya dan sayangnya penampakannya mirip dengan jamur beracun pada umumnya. Menurut The Guardian, jamur death cap  dengan nama latin Amanita phalloides menjadi penyebab 90% kematian setiap tahunnya disebabkan oleh jamur di seluruh dunia. Kembali menjadi sorotan setelah tiga warga Australia meninggal karena memakan jamur topi pada Agustus lalu.

Jamur yang mirip jamur payung yang dapat dimakan tampaknya telah ditemukan di berbagai negara, namun masih belum jelas caranya. Yuk kenali lebih dalam mengenai jamur death cap melalui rangkuman National Geographic berikut ini!

 

  1. The Death Cap

Disebut dengan Amanita phalloides termasuk ke dalam spesies jamur paling berbahaya di dunia. Salah satu genus Amanita yang tersebar luas di wilayah Eropa. Tak hanya itu, saat jamur the death cap bahkan sudah tumbuh di beberapa negara Asia Tengah hingga Afrika Utara.

Racun di dalam the death cap sangat berbahaya, dimana bisa menyebabkan kematian hanya dengan mengonsumsi sebanyak 30 gram dari jamur ini. Terdapat juga beberapa korban yang meninggal dan melakukan transplantasi liver karena penyebaran racun jamur di dalam tubuh.

 

  1. Podostroma Cornu-damae

Ini adalah jamur populer di Jepang dan salah satu jamur paling beracun di dunia. Jamur yang termasuk dalam genus Podostroma ini memiliki bentuk yang unik dan  warna merah cerah yang menarik perhatian. Selain itu, jamur ini telah menyebabkan banyak kasus keracunan  yang cukup fatal di Jepang, meski tidak pernah berakibat fatal.

 

  1. Deadly Webcap

Ini adalah jamur beracun asli Eropa dan Amerika Utara, habitatnya di daerah pegunungan yang sangat basah. Penampilan jamur ini mirip dengan jamur lain pada umumnya, namun secara keseluruhan tubuhnya berwarna coklat.

Jamur yang dalam bahasa latin dikenal dengan nama Cortinarius rubellus ini memiliki racun mematikan yang menyebabkan kerusakan ginjal dan memaksa korbannya memerlukan transplantasi ginjal dalam beberapa tahun ke depan.

 

  1. Galerina marginata

Nama lainnya adalah Fall Scalp, merupakan jamur berbahaya yang umum ditemukan di Amerika Utara, Eropa, Jepang dan Australia. Jamur ini berwarna putih kecoklatan dan dapat tumbuh sepanjang 1,7 hingga 4 cm pada batang pohon pinus yang membusuk. Racun yang dikandungnya adalah amatoxin yang dapat menyebabkan kerusakan hati dan menyebabkan beberapa  kematian  di Eropa.

 

  1. Conocybe filaris

Spesies jamur yang umum ditemukan di pantai Pasifik Amerika Utara dan juga ditemukan di Eropa dan Asia. Penampilan fisik jamur ini menyerupai jamur pada umumnya dengan tutup dan warna kuning kecoklatan serta ukurannya bisa mencapai 3 cm.

Sedangkan racun pada jamur ini ada dalam bentuk mikotoksin, seperti kasus jamur death cap. Racun ini menyerang hati manusia dan hewan serta dapat menyebabkan kematian.

 

  1. Clitocybe dealbata

Jamur jenis ini umum ditemukan di Eropa dan Amerika Utara, terutama hidup di padang rumput. Bentuk fisik  jamur ini menyerupai corong berwarna putih dan ukurannya bisa mencapai 2 hingga 4 cm. Sedangkan racun yang dikandungnya adalah muscarine yang  menyebabkan keringat berlebih, mual dan diare, itulah sebabnya jamur ini juga sering disebut dengan jamur keringat.

 

  1. Jack o’Lantern

Omphalotus olearius merupakan jenis jamur beracun yang tersebar di area hutan Eropa dan juga ditemukan di Afrika Selatan serta Amerika Serikat. Spesies Jack o’Lantern berwarna orange kecoklatan dan berbentuk seperti jamur chanterelles yang bisa dikonsumsi manusia. Racun di dalam jamur ini adalah Illudin S, dimana racun dapat mengakibatkan gejala diare,  muntah, dan keramh.

 

  1. Deadly Dapperling

Terakhir ada spesies jamur yang dijuluki Deadly Dapperling atau bernama latin Lepiota brunneoincarnata. Tersebar luas di Eropa dan area iklim sedang seperti Asia Tengah dan Tiongkok. Pertumbuhan jamur ini yakni di padang rumput, taman bahkan kebun. Sering disalahartikan sebagai jamur yang bisa dimakan.

Tutup jamur ini bisa mencapai 2,7 hingga 4 cm dengan warna utama putih kecoklatan. Selain itu juga mengandung alpha amanitin yang menyebabkan masalah pencernaan, mual, muntah, dan masalah liver beberapa hari kemudian.

Karena racunnya tidak hilang ketika dipanaskan dan dimasak, orang yang memakannya akan terkena racun tersebut. Menurut The Guardian, gejala keracunan akan muncul  beberapa jam setelah dikonsumsi. Khususnya mual, diare, dan gejala sakit perut lainnya  akan terus berkembang selama 6 hingga 12 jam.  Sebaiknya segera hubungi medis jika kamu mengalami semua gejala tersebut.

 

Itulah 8 jamur paling mematikan yang tersebar di dunia. Hanya  satu hari hingga seminggu setelah makan jamur death cap, pasien dapat menderita gagal hati, gagal ginjal, ensefalopati, dan kematian. Maka dari itu, sebaiknya kamu bisa lebih hati-hati dan perhatikan ciri bentuk jamur yang dimakan. Apabila menemukan, jangan sampai sembarang dicabut bahkan dimakan.(redaksibola88)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *