binge watching

Inilah Dampak Binge Watching Bagi Kesehatan

Posted on

SEOAGNCY – Menonton film atau acara TV adalah salah satu cara untuk meningkatkan mood bahkan mencegah stres. Namun, menonton terlalu lama tidak baik untuk kesehatan dan memengaruhi produktivitas. Dampak bringe watching bagi kesehatan cukup banyak. Meski kegiatan ini bisa menambah rasa penasaran dengan film atau serial yang ditonton.

Dampak Buruk dari Binge Watching

Pesta menonton adalah ketika seseorang menonton lebih dari dua film atau dua episode serial TV pada saat yang bersamaan. Apalagi saat kita melihat hal yang kita sukai, otak kita secara tidak sadar melepaskan hormon dopamin. Hormon ini membuat kamu merasa nyaman dan senang saat menonton.

Namun, semakin sering dan lama kamu menonton, justru bisa terjadi peningkatan kadar dopamin yang dihasilkan oleh otak. Karena itu, ketika kita selesai menonton satu episode, kita jadi ketagihan untuk menonton episode berikutnya.

Ini mungkin karena tubuh ingin mengalami kesenangan itu dan akhirnya memutuskan bahwa kamu harus melanjutkan periode berikutnya. Episode ini dapat berulang setiap kali kamu menonton satu serial dan kemudian mulai menonton serial lainnya.

Hal ini bisa terjadi melalui promosi berbagai media yang menawarkan program-program menarik sehingga makan menyebar. Faktanya, pengamatan yang keras kepala dapat berdampak negatif bagi kesehatan, seperti:

  1. Kurang Gerak

Tentunya jika kamu menonton film lebih lama, duduk atau berbaring lebih lama, sehingga aktivitas fisik berkurang. Hal ini tidak boleh dibiarkan, karena kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti penyakit jantung, diabetes, dan osteoporosis. Kurang olahraga dapat mengganggu metabolisme tubuh dan mempersulit pemecahan lemak dan gula. Selain itu, tubuh membakar lebih sedikit kalori, tulang menjadi rapuh dan kekuatan otot menurun.

 

  1. Kurang Tidur

Saat mencontek nonton, kamu cenderung begadang atau tidur larut malam karena asyik dengan film atau serial TV yang kamu tonton. Nyatanya, waktu tidur berkurang drastis sehingga kamu merasa lelah keesokan harinya. Dalam jangka panjang, kurang tidur dapat melemahkan imunitas tubuh dan meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan seperti tekanan darah tinggi, diabetes, serangan jantung, dan stroke.

 

  1. Pola Makan Buruk

Studi menunjukkan bahwa orang yang minum jam tangan dalam jumlah berlebihan cenderung makan makanan tidak sehat seperti makanan cepat saji dan makanan olahan. Bahkan, kemungkinan konsumsi minuman manis, minuman beralkohol, dan makanan ringan secara berlebihan juga meningkat. Kebiasaan makan yang tidak sehat jika dipertahankan, membuat penambahan berat badan. Hal ini semakin meningkatkan risiko obesitas.

 

  1. Malas Bersosialisasi

Selingkuh bisa membuat ketagihan. Ini membuat kamu ingin menonton film sepanjang waktu, yang memengaruhi kehidupan sosial. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang menghabiskan banyak waktu menonton film cenderung terisolasi secara sosial. Hal ini dapat menyebabkan individu tersebut merasa kesepian dan mengalami kecemasan atau bahkan depresi.

 

  1. Mudah Lupa

Kebiasaan menonton TV terlalu banyak bisa menyebabkan hilang ingatan. Kondisi demikian bisa terjadi karena kurang tidur. Studi menunjukkan bahwa kurang tidur dapat memengaruhi konsentrasi dan kemampuan otak untuk menyimpan ingatan. Kurang tidur juga bisa berarti otak tidak punya waktu untuk mencari tahu informasi penting apa yang perlu disimpan dan apa yang tidak. Kehilangan memori dapat terjadi.

 

  1. Penggumpalan Darah di Kaki

Selingkuh akan membuat kamu duduk lama. Kebiasaan ini tanpa disadari dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah di pembuluh darah vena. Terutama di area kaki yang dikenal dengan deep vein thrombosis (DVT).

Dalam konteks ini, penelitian menyatakan bahwa orang yang duduk lama menonton TV memiliki risiko 70% lebih tinggi terkena DVT. Berbeda jika dibandingkan yang jarang menonton TV. Risiko ini ada bahkan jika orang tersebut tidak kelebihan berat badan.

 

  1. Risiko Terkena Penyakit Jantung

Saat bekerja, kamu duduk dalam waktu lama dan cenderung makan makanan ringan yang tidak sehat. Ini menempatkan pada risiko obesitas yang tinggi. Orang gemuk memiliki risiko lebih tinggi terkena tekanan darah tinggi atau diabetes, yang dapat memperburuk penyakit jantung. Menonton maraton adalah kegiatan yang sangat menyenangkan, tetapi efek negatifnya bagi kesehatan tidak boleh diremehkan. Oleh karena itu, disarankan untuk membatasi waktu menonton.

Jika kamu memiliki banyak waktu luang dan sangat penasaran dengan ending filmnya, kamu bisa melanjutkan menontonnya. Masih sebatas aktivitas lain seperti peregangan, mandi, makan sehat, bertemu teman dan jalan-jalan keluar rumah.

Kalau sangat sulit untuk mengurangi binge watching, apalagi jika menimbulkan efek kesehatan atau bahkan mempengaruhi kehidupan sosial. Sebaiknya konsultasikan dengan psikolog untuk mencari solusi terbaik mengatasi adiksi binge watching.

 

  1. Sakit Mata

Pada umumnya, orang yang menonton maraton tidak berhenti menatap layar perangkat elektronik seperti tablet dalam beberapa jam. Radiasi yang dihasilkan oleh layar kristal cair menyebabkan kemerahan dan nyeri pada mata. Dalam beberapa kasus, bahkan dapat mengaburkan mata karena terlalu sering melihat layar.

 

Sekarang kamu sudah tahu dampak binge watching bagi kesehatan tubuh. Dari waktu ke waktu kamu bisa bersantai dari hiruk pikuk kehidupan sehari-hari sambil menonton. Tapi jangan remehkan dampak dari rutinitas ini. (redaksivisitorbet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *