anjing kucing rabies

Daftar Tanda-Tanda Anjing dan Kucing Rabies

Posted on

SEOAGNCY – Kali ini kita akan membahas tentang tanda-tanda yang perlu diperhatikan untuk mengidentifikasi anjing dan kucing yang mungkin terkena rabies. Rabies adalah penyakit yang sangat berbahaya dan dapat menular kepada manusia. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali gejalanya agar dapat mengambil tindakan yang tepat. Berikut ini adalah beberapa daftar tanda-tanda anjing dan kucing rabies yang perlu kita ketahui.

Gagap dan Sulit Menelan

Ketika anjing atau kucing terinfeksi rabies, mereka dapat mengalami kesulitan dalam menelan makanan atau air. Mereka juga mungkin tampak gagap atau mengeluarkan suara aneh saat mencoba makan atau minum. Hal ini disebabkan oleh peradangan pada sistem saraf yang disebabkan oleh virus rabies.

 

Perubahan Perilaku

Perilaku hewan yang berubah secara drastis juga dapat menjadi tanda bahwa mereka terkena rabies. Anjing atau kucing yang biasanya ramah dan bersahabat bisa menjadi agresif atau gelisah. Setelah itu mereka mungkin menunjukkan sikap penarikan diri atau menghindari kontak dengan pemiliknya. Jika hewan peliharaan Anda tiba-tiba berubah menjadi tidak biasa, maka perhatikanlah hal tersebut.

 

Kehilangan Koordinasi

Rabies dapat mempengaruhi sistem saraf hewan, yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada anggota tubuh mereka. Anda mungkin melihat anjing atau kucing yang berjalan dengan terhuyung-huyung. Kemudian juga sulit berdiri, atau bahkan tidak bisa berjalan sama sekali. Koordinasi yang buruk juga bisa menjadi tanda yang patut diperhatikan.

 

Hiburan Gila

Tanda lain dari rabies pada hewan peliharaan adalah perilaku hiburan gila. Mungkin mereka terlihat gelisah, cemas, atau gugup tanpa alasan yang jelas. Hewan yang terinfeksi rabies juga bisa terlihat bingung atau terpengaruh oleh stimulus kecil. Misalnya, mereka mungkin menggigit atau menggaruk diri mereka sendiri tanpa henti.

 

Hipersensitivitas terhadap Stimulus

Berikutnya, anjing dan kucing yang terkena rabies juga cenderung menjadi sangat sensitif suara, cahaya, dan sentuhan. Tak heran jika kemudian mereka merespons secara berlebihan terhadap rangsangan tersebut dan tampak gelisah atau takut. Misalnya, suara yang biasanya tidak mengganggu bisa membuat mereka menjadi sangat gugup dan ketakutan.

 

Peningkatan Air Liur

Perubahan pada produksi air liur juga bisa menjadi tanda-tanda adanya infeksi rabies pada hewan. Tak heran kemudian anjing atau kucing yang terkena rabies mungkin mengalami peningkatan produksi air liur yang tidak wajar. Mulut mereka bisa terlihat basah atau mengeluarkan air liur yang berlebihan.

 

Gejala Sistem Saraf

Selain gejala yang telah disebutkan sebelumnya, rabies juga dapat mempengaruhi sistem saraf.

 

Perubahan Suara

Selanjutnya, anjing dan kucing yang terinfeksi rabies dapat mengalami perubahan suara yang mencolok. Suara mereka mungkin terdengar serak, parau, atau tidak wajar. Hal ini disebabkan oleh gangguan pada saraf yang mengontrol otot-otot pernapasan dan suara.

 

Keluar Malam Hari

Hewan yang terkena rabies cenderung lebih aktif pada malam hari. Anjing atau kucing yang biasanya beraktivitas di siang hari, tiba-tiba menjadi lebih aktif dan gelisah saat malam tiba. Di malam hari mereka tampak gelisah, menggonggong atau mengeong secara terus-menerus.

 

Menghindari Cahaya Terang

Berikutnya, rabies dapat menyebabkan sensitivitas terhadap cahaya yang terang. Kedua hewan tersebut yang terinfeksi cenderung menghindari paparan langsung terhadap sinar matahari atau cahaya terang. Sangat mungkin mereka bersembunyi di tempat yang gelap atau merasa tidak nyaman ketika terkena cahaya terang.

 

Penurunan Aktivitas

Selanjutnya, anjing atau kucing yang terkena rabies juga dapat mengalami penurunan aktivitas yang drastis. Mereka mungkin terlihat lesu, malas, dan tidak bersemangat seperti biasanya. Aktivitas bermain atau menjelajah lingkungan sekitar mereka menjadi sangat terbatas.

 

Sialosis atau Kelainan Saliva

Ketika hewan terkena rabies, mereka dapat mengalami kelainan pada saliva atau air liur mereka. Lalu mereka mungkin mengeluarkan saliva yang kental, berbusa, atau berwarna tidak normal. Perubahan ini terjadi karena virus rabies menyerang sistem saraf pusat dan mengganggu kontrol terhadap produksi saliva yang normal.

 

Sekian artikel yang membahas tentang daftar tanda-tanda anjing dan kucing rabies ini. Semoga dengan membaca artikel ini, wawasan kita tentang dunia hewan semakin bertambah banyak. (redaksislot)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *